Besamsam adalah film karya Deny Suhendra, yang merupakan sutradara sekaligus penulis cerita. Film ini mengangkat kisah tentang salah satu tradisi suku Dayak yang diwariskan oleh leluhur, yang hampir dilupakan generasi muda oleh karena perkembangan zaman. Selain dalam rangka mengikuti perlombaan film pendek, film ini juga digarap dengan tujuan untuk mengajak generasi muda untuk melestarikan kebudayaan yang kita miliki.


Pemain yang berperan dalam film ini adalah Sinta sebagai gadis Tionghua, Anisa Nurfela sebagai gadis Melayu, dan Kristi Putriyana sebagai gadis Dayak. Film Besamsam berlatar tempat di kelurahan Sanggau Kulor, kecamatan Singkawang Timur. Warga-warga yang bertempat tinggal di Sanggau Kulor juga turut mendukung dan membantu dalam pembuatan film Besamsam ini. Film ini diproduksi dalam waktu yang sangat singkat. Kurang lebih 2 hari. Dibantu oleh crew yang luar biasa. Darmadi membantu di recording. Editing oleh Caesar Nanda Putra. Dan yang membantu mengisi backsound dengan alunan sape’ yang merdu adalah Yuki.

 

Nama saya Ajeng Puspita Putri, saya adalah salah satu penulis naskah dan puisi pada film film di Ekstrakurikuler Fotografi di SMAN 3 SINGKAWANG. Awal mula saya bergabung pada Ekstrakurikuler Fotografi adalah saat Pak Deny (pembina ekstrakurikuler) meminta saya untuk menulis naskah yang bertemakan Kurban. Hal yang membuat saya tertarik dan meng-iya-kan permintaan Pak Deny adalah ketika saya menulis cerita, hal yang tidak bisa saya lakukan dalam tindakan dapat terealisasi dalam tulisan saya, hal yang tidak dapat saya katakan dapat terungkap dalam tulisan saya. Inilah yang kemudian menjadikan saya salah satu anggota dari ekskul fotografi. Sejauh ini saya telah membuat 5 naskah film dan 2 puisi dalam ekskul fotografi.

Salah satu film kami yang mendapat penghargaan sebagai film terbaik dan penata kamera terbaik se-Kalimantan adalah "Nasib Ia di Tengah Kota", film ini menceritakan Sungai Singkawang yang memberi berbagai macam kehidupan di zaman dahulu lalu berubah menjadi hal yang paling ditakuti masyarakat. Didominasi dengan puisi yang saya buat, film ini berhasil meraih predikat film terbaik.